US Open: Tundukkan Matteo Berrettini, Novak Djokovic Butuh Dua Kemenangan Lagi untuk Samai Rekor Sejarah

- 9 September 2021, 16:34 WIB
Novak Djokovic mengarahkan telunjuk ke udara sebagai tanda apresiasi atas dukungan penonton Flushing Meadows usai memenangkan pertandingan melawan Matteo Berrettini pada Rabu malam.
Novak Djokovic mengarahkan telunjuk ke udara sebagai tanda apresiasi atas dukungan penonton Flushing Meadows usai memenangkan pertandingan melawan Matteo Berrettini pada Rabu malam. /Twitter @DjokerNole

TOPSKOR - Upaya Novak Djokovic untuk meraih kalender bersejarah dibayangi ancaman setelah kalah pada set pertama dari unggulan keenam asal Italia, Matteo Berrettini di perempat final AS Terbuka pada Rabu malam.

Beruntung, petenis nomor satu dunia itu menemukan kembali gaya bermainnya, mengejar ketertinggalannya pada awal set kedua dan tidak pernah menoleh ke belakang.

Djokovic menang dalam empat set 5-7, 6-2, 6-2, 6-3 selama lebih dari tiga jam di lapangan di Arthur Ashe Stadium, dalam pertarungan ketiga melawan Berrettini musim ini.

Itu adalah kemenangan Slam-nya yang ke-26 berturut-turut dan membuat Djokovic berada di jalur yang tepat untuk menjadi orang pertama sejak Rod Laver pada 1969 yang memenangkan keempat Grand Slam dalam satu tahun.

Tetapi, jangan tanya Novak tentang sejarah yang harus dia pecahkan itu.

Ketika komentator Patrick McEnroe hampir mencapai sesi akhir wawancaranya, dia bertanya kepada Djokovic tentang tonggak sejarah tersebut.

“Nah, terakhir Novak, berbicara tentang tantangan besar, lima terlewati, dua lagi,” McEnroe memulai. Tapi, sedetik kemudian, dia langsung "dibungkam" sang bintang.

Baca Juga: Tak Ada Big Three, Novak Djokovic vs Petenis Muda di US Open 2021

Halaman:

Editor: Nurul Ika Hidayati

Sumber: foxsports.com.au


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X