Olimpiade Tokyo Butuh 500 Perawat: Kami Dibutuhkan di Tempat Lain, Bukan di Olimpiade Tokyo

- 5 Mei 2021, 10:00 WIB
Seorang perawat Jepang membentangkan kertas bertuliskan protes dan himbauan agar pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade 2020 Tokyo.
Seorang perawat Jepang membentangkan kertas bertuliskan protes dan himbauan agar pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade 2020 Tokyo. /Twitter (@JulesBoykoff)

TOPSKOR - Para perawat di Jepang dikabarkan marah atas permintaan dari penyelenggara Olimpiade Tokyo agar 500 dari mereka dikirim untuk membantu turnamen olahraga itu.

Para tenaga medis tersebut mengatakan bahwa mereka sudah hampir mencapai titik puncak dalam menangani pandemi virus corona.

Pejabat Olimpiade mengatakan mereka akan membutuhkan sedikitnya 10.000 pekerja medis untuk menjadi staf pertandingan, dan permintaan untuk lebih banyak perawat datang di tengah lonjakan baru virus dengan Tokyo dan Osaka dalam keadaan darurat.

Baca Juga: VanZant Pamerkan Kecepatan Tangan Jelang Pertarungan Brutal Kedua

“Selain sangat marah, saya terkejut dengan ketidakpekaan itu,” kata Mikito Ikeda, perawat di Nagoya, pada Associated Press. “Ini menunjukkan betapa kehidupan manusia dianggap enteng.”

Seruan lebih banyak perawat adalah tipikal dari perubahan dadakan yang datang hampir tiap hari karena penyelenggara dan Komite Olimpiade Internasional mencoba melakukan pertandingan di tengah pandemi.

Olimpiade akan dibuka hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan, termasuk perbatasan internasional yang telah ditutup selama setahun, yang akan menyambut sekitar 15.000 atlet Olimpiade dan Paralimpiade dan ribuan ofisial, juri, sponsor, media dan broadcaster lainnya.

Dalam pernyataan dari Federasi Serikat Pekerja Medis Jepang, sekretaris jenderal Susumu Morita mengatakan fokus mereka harus pada pandemi, bukan Olimpiade.

"Kita pasti harus menghentikan proposal mengirim perawat-perawat itu sebagai sukarelawan Olimpiade, yang bertugas melindungi perang melawan pandemi virus korona yang serius," kata Morita.

Halaman:

Editor: Nurul Ika Hidayati

Sumber: Japan Today


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X